Persoalan Sungai Ciliwung berupa pencemaran, sampah, perubahan penggunaan lahan, dan banjir merupakan persoalan ekologis sekaligus persoalan kewarganegaraan karena dampaknya menyentuh ruang hidup bersama. Konsep utama yang digunakan ialah ecological citizenship. Penelitian bertujuan menganalisis GCB sebagai jejaring kewarganegaraan ekologis, mengidentifikasi bentuk praktik ekologis sehari-hari, dan menjelaskan pelembagaan gerakan pada relasi top-down dan bottom-up. Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap 13 informan yang dipilih secara purposive dan dikembangkan melalui snowball sampling. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa kewarganegaraan ekologis hadir melalui kebiasaan pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi, seni-budaya, ekowisata, dan mitigasi banjir. Pelembagaan berlangsung melalui lima tahap dan menghasilkan jaringan kewargaan ekologis berbasis komunitas. Temuan merumuskan ecological citizenship sebagai praktik sosial sehari-hari.
Copyrights © 2025