Coconut as a natural resource has great potential to be developed into value-added products and contribute to strengthening the local economy, particularly in Batu Karang Village, Laung Tuhup District, Murung Raya Regency. This activity aimed to optimize the utilization of coconuts by processing them into cooking oil while improving the community’s knowledge and skills in productively utilizing local resources. The implementation method employed a participatory-collaborative approach involving students participating in the Community Service Program (KKN) and local residents through several stages, including observation and identification of local potential, communication and preparation, processing practices, mentoring, and descriptive evaluation. The activity involved 10 KKN students and approximately 15 community members, consisting of members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group and village youth. The results showed that coconuts can be processed through several stages, namely peeling, grating using a machine, pressing to produce coconut milk, separating the coconut milk, cooking, and filtering to produce coconut oil that can be used for household needs. Direct community involvement in each stage provided practical experience and improved their understanding and skills in coconut processing. Thus, this activity represents an initial step toward optimizing the natural resources of Batu Karang Village and creating opportunities for developing coconut-based products as an additional source of community income. ABSTRAKSumber daya alam berupa kelapa memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan mendukung penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Batu Karang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kelapa melalui pengolahan menjadi minyak goreng sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal secara produktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan masyarakat secara aktif melalui tahapan observasi dan identifikasi potensi, komunikasi dan persiapan, praktik pengolahan, pendampingan, serta evaluasi secara deskriptif. Kegiatan melibatkan 10 mahasiswa KKN dan sekitar 15 masyarakat yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan pemuda desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelapa dapat diolah melalui beberapa tahapan, yaitu pengupasan, pemarutan menggunakan mesin, pemerasan untuk menghasilkan santan, pemisahan santan, pemasakan, dan penyaringan hingga menghasilkan minyak kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Keterlibatan langsung masyarakat dalam setiap tahapan memberikan pengalaman praktis serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengolahan kelapa. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan aset sumber daya alam Desa Batu Karang dan membuka peluang pengembangan produk kelapa sebagai sumber pendapatan tambahan masyarakat.
Copyrights © 2026