Penelitian ini dirancang untuk mengkaji pengaruh Green Intellectual Capital, Environmental Awareness, dan Sustainability Culture terhadap Implementasi Akuntansi Keberlanjutan. Menggunakan metode kuantitatif, studi ini menganalisis 60 data laporan keberlanjutan dari 15 perusahaan selama empat periode pengamatan (2022–2025). Hasil analisis menunjukkan bahwa Green Intellectual Capital memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik, dengan arah hubungan yang negatif terhadap implementasi akuntansi keberlanjutan, sedangkan kesadaran lingkungan dan budaya keberlanjutan berpengaruh baik dan signifikan. Tiga variabel independen berpengaruh secara bersamaan terhadap praktik akuntansi keberlanjutan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa 77,1% dari variasi implementasi akuntansi keberlanjutan dapat dijelaskan oleh model penelitian. Di satu sisi, kesadaran lingkungan dan budaya keberlanjutan berperan sebagai pendorong utama penerapan akuntansi keberlanjutan di tingkat perusahaan. Di sisi lain, masih terdapat 22,9% kontribusi dari faktor-faktor lain yang belum dieksplorasi dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026