Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, yang termasuk dalam daftar negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Delapan negara menyumbang dua pertiga dari total kasus TB global; Indonesia menempati posisi kedua tertinggi (8,5%) setelah India. Ibu hamil merupakan kelompok populasi yang sangat rentan akibat perubahan fisiologis dan imunologis yang menyertai kehamilan. Hal ini menghadirkan tantangan besar bagi Indonesia karena besarnya beban morbiditas dan mortalitas yang ditimbulkannya. Infeksi TB pada ibu hamil dapat menyebabkan dampak kesehatan yang merugikan bagi ibu maupun janin, termasuk keguguran, anemia, preeklamsia, kelahiran prematur, hambatan pertumbuhan janin, dan berat badan lahir rendah, serta peningkatan risiko kematian ibu dan bayi. Urgensi penelitian ini didasari oleh fakta bahwa tingginya insidensi TB secara global menimbulkan risiko penularan terhadap ibu hamil. Banyak ibu hamil yang tidak terpantau dan tidak terdiagnosis selama masa kehamilan akibat berbagai faktor, sehingga kesinambungan layanan antara tenaga kesehatan—khususnya bidan—dan ibu hamil menjadi kurang optimal. Meskipun layanan Antenatal Care (ANC) secara rutin diberikan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), skrining TB selama kunjungan tersebut masih belum optimal dan jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko tuberkulosis pada ibu hamil yang menjalani skrining ANC di fasilitas TPMB di Kabupaten Bandung. Metode penelitian kuantitatif dengan desain analitik potong lintang (cross-sectional) digunakan dalam studi ini. Sampel penelitian terdiri dari ibu hamil yang menerima layanan ANC di fasilitas TPMB di seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Skrining TB dilakukan menggunakan kuesioner berdasarkan gejala TB standar, disertai dengan pengumpulan data sosiodemografi dan riwayat kesehatan ibu. Analisis data mencakup metode univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Bhakti Kencana dengan Nomor Referensi 082/09.KEPK/UBK/V/2026.
Copyrights © 2026