Vocational high schools are expected to prepare graduates who can combine conceptual understanding with practical competence required in business and industrial settings. In welding and metal fabrication, learning opportunities may still be constrained by workshop resources, limited practice time, and insufficient exposure to complete product-making activities. This condition can leave students familiar with individual procedures without fully experiencing the connection between design, manufacturing, quality, safety, and product function. This community service activity addressed the issue through training in the design and fabrication of a minimalist helmet hanging rack made from square steel bars (besi nako) for students of SMKN 12 Tangerang, Banten. The program consisted of a theoretical session on May 23, 2025, followed by hands-on practice at Guna Jaya Welding Workshop. The learning materials covered market research, ergonomics, product development, needs identification, design, measurement, cutting, forming, assembly, welding, grinding, and painting. Five prototypes were completed. Evaluation results showed that 100% of participants reported improved understanding of market research, ergonomics, workshop equipment, manufacturing activities, occupational safety, and teamwork. A total of 93.3% reported understanding the overall product design process. The findings indicate that product-based learning can effectively connect classroom concepts with practical experience resembling industrial work. The activity also contributes to the Industrial Engineering program’s smart manufacturing theme and SDGs 4, 8, and 9 by strengthening vocational competence, innovation, and structured production experience. Abstrak ABSTRAK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan sesuai karakteristik pekerjaan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pada bidang pengelasan dan fabrikasi logam, proses belajar masih dapat terkendala oleh keterbatasan fasilitas, waktu praktik, dan kesempatan mengerjakan produk secara utuh. Akibatnya, pengalaman peserta didik dalam menghubungkan perencanaan, proses produksi, mutu, keselamatan, dan fungsi produk belum selalu terbentuk secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini memberikan pengalaman tersebut melalui pelatihan perancangan dan pembuatan rak gantungan helm minimalis berbahan besi nako bagi siswa SMKN 12 Tangerang, Banten. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi pembekalan teori pada 23 Mei 2025 dan praktik langsung di Bengkel Las Guna Jaya. Materi mencakup riset pemasaran, ergonomi, pengembangan produk, identifikasi kebutuhan, desain, pengukuran, pemotongan, pembentukan, perakitan, pengelasan, penggerindaan, dan pengecatan. Lima prototipe berhasil dibuat. Evaluasi menunjukkan seluruh peserta (100%) menyatakan lebih memahami riset pemasaran, ergonomi, penggunaan peralatan, proses manufaktur, K3, dan kerja kelompok. Sebanyak 93,3% peserta menyatakan memahami alur perancangan produk secara menyeluruh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran melalui produk nyata dapat menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pengetahuan konseptual dengan pengalaman kerja yang menyerupai praktik industri. Kegiatan sekaligus mendukung penguatan tema smart manufacturing dan pencapaian SDGs 4, 8, dan 9 melalui peningkatan kompetensi, inovasi, dan pengalaman produksi yang terarah.
Copyrights © 2026