The culinary industry is a subsector of the creative economy that contributes significantly to the Indonesian economy. However, many culinary MSMEs still face marketing challenges, particularly in utilizing social media as a means of communicating with consumers. One MSME facing these challenges is Mentai n Co, a culinary business based on mentai dimsum located in Cileungsi, Bogor Regency. This Community Service Program (PKM) aims to improve partners' digital marketing communication skills through mentoring in social media management based on storytelling strategies. The method used is direct mentoring with the stages of observation, needs identification, content strategy development, content production, implementation, and evaluation. Based on the results of the observation, it was found that partners' social media still functioned as product catalogs and lacked a strong narrative identity. The PKM team then developed storytelling-based video content that showcased the daily experiences of the target market, particularly students and young workers. The results of the activity showed a change in content characteristics from being product-oriented to being consumer-experience-oriented through a soft-selling approach. The resulting content successfully increased audience engagement, as demonstrated by an increase in the number of, the emergence of reposts, and increased interaction through comments. These findings suggest that storytelling strategies have the potential to enhance the appeal of social media content while strengthening the emotional connection between brands and consumers. Industri kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Namun demikian, banyak UMKM kuliner masih menghadapi kendala pemasaran, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Salah satu UMKM yang menghadapi permasalahan tersebut adalah Mentai n Co, usaha kuliner berbasis dimsum mentai yang berlokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pemasaran digital mitra melalui pendampingan pengelolaan media sosial berbasis strategi storytelling. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung dengan tahapan observasi, identifikasi kebutuhan, penyusunan strategi konten, produksi konten, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa media sosial mitra masih berfungsi sebagai katalog produk dan belum memiliki identitas naratif yang kuat. Tim PKM kemudian mengembangkan konten video berbasis storytelling yang menampilkan pengalaman keseharian target pasar, khususnya mahasiswa dan pekerja muda. Kelompok ini dipilih karena mereka termasuk dalam pengguna media sosial yang Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan karakteristik konten dari yang sebelumnya berorientasi pada produk menjadi berorientasi pada pengalaman konsumen melalui pendekatan soft selling. Konten yang dihasilkan berhasil meningkatkan keterlibatan audiens, ditunjukkan oleh peningkatan jumlah likes, munculnya repost, serta hadirnya interaksi melalui komentar. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi storytelling berpotensi meningkatkan daya tarik konten media sosial sekaligus memperkuat hubungan emosional antara merek dan konsumen.
Copyrights © 2026