Adolescence is a critical developmental period characterized by biological, cognitive, and psychosocial changes that may increase vulnerability to mental health problems, particularly depression, anxiety, and stress. This community service program aimed to assess the levels of depression, anxiety, and stress among adolescents at St. Yoseph School and to improve mental health literacy through educational activities. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Action (PDCA) approach and involved 170 students aged 13–17 years. Mental health screening was conducted using the Depression Anxiety Stress Scale–Youth (DASS-Y), followed by a mental health education session. The mean age of participants was 15.21 ± 0.64 years, with males comprising 60.6% of the sample. Most participants were categorized as normal for depression (84.7%), anxiety (78.8%), and stress (89.4%). However, symptoms of varying severity were still identified, with anxiety emerging as the most prevalent mental health problem. In conclusion, although the majority of participants demonstrated a normal mental health status, a proportion of students experienced emotional symptoms, particularly anxiety. Regular school-based mental health screening and educational interventions are therefore recommended to facilitate early detection and prevention of mental health problems among adolescents. Abstrak Masa remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial sehingga dapat meningkatkan kerentanan terhadap munculnya masalah kesehatan mental, termasuk depresi, ansietas, dan stres. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi depresi, ansietas, dan stres pada remaja di Sekolah St. Yoseph sekaligus meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental melalui kegiatan edukasi. Program dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA) dan melibatkan 170 siswa berusia 13–17 tahun. Skrining dilakukan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale–Youth (DASS-Y), yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan mental remaja. Rerata usia peserta adalah 15,21 ± 0,64 tahun, dengan mayoritas peserta berjenis kelamin laki-laki (60,6%). Sebagian besar peserta berada dalam kategori normal pada dimensi depresi (84,7%), ansietas (78,8%), dan stres (89,4%). Meskipun demikian, masih ditemukan peserta dengan gejala depresi, ansietas, dan stres pada berbagai tingkat keparahan, dengan ansietas sebagai masalah emosional yang paling banyak ditemukan. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mental mayoritas peserta tergolong baik, namun keberadaan gejala gangguan emosional pada sebagian siswa menunjukkan pentingnya pelaksanaan skrining dan edukasi kesehatan mental secara berkala di lingkungan sekolah sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja
Copyrights © 2026