Latar belakang: Stimulasi merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak prasekolah untuk menunjang perkembangan optimal. Gangguan perkembangan dapat disebabkan oleh kurangnya stimulasi sehingga dapat berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Tujuan: untuk mengetahui gambaran penerapan stimulasi perkembangan anak prasekolah. Metode: Desain penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 orang ibu yang memiliki anak usia prasekolah, diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden tidak melakukan stimulasi dan 40% responden melakukan stimulasi perkembangan pada anaknya, dengan karakteristk ibu sebagai responden yaitu berpendidikan menengah (65%), pengetahuan baik (65%), dan tidak bekerja (85%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik stimulasi yang optimal tidak selalu diikuti dengan pengetahuan yang baik. Saran: untuk meningkatkan penerapan stimulasi tumbuh kembang anak prasekolah, diperlukan upaya edukasi berkelanjutan dan dukungan keluarga.
Copyrights © 2026