Limbah tongkol jagung dan plastik polypropylene (PP) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku energi melalui proses co-pyrolysis untuk menghasilkan bahan bakar cair. Penggunaan katalis diperlukan untuk meningkatkan konversi dan karakteristik produk crude bio-oil yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi katalis bentonit terhadap yield, karakteristik fisik, dan komposisi senyawa crude bio-oil hasil co-pyrolysis tongkol jagung dan plastik PP. Proses co-pyrolysis dilakukan pada suhu 400°C selama 60 menit dengan variasi konsentrasi katalis bentonit sebesar 0%, 3%, 6%, 9%, dan 12% dari massa total bahan baku. Parameter yang dianalisis meliputi yield, densitas, viskositas, titik nyala, nilai kalor, dan komposisi senyawa menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi katalis bentonit secara umum meningkatkan yield crude bio-oil dari 21,8% menjadi 28% dan nilai kalor dari 7707,74 cal/g menjadi 8581,53 cal/g. Densitas menurun dari 0,7588 g/mL menjadi 0,7413 g/mL, sedangkan viskositas meningkat dari 4,29 cSt menjadi 5,10 cSt dan titik nyala menurun dari 31,5°C menjadi 29,8°C. Hasil analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa hidrokarbon aromatik dan alifatik serta senyawa oksigenat dalam crude bio-oil. Konsentrasi katalis bentonit 12% menghasilkan yield dan nilai kalor tertinggi dibandingkan variasi lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa bentonit berpotensi digunakan sebagai katalis pada proses co-pyrolysis tongkol jagung dan plastik PP untuk meningkatkan karakteristik crude bio-oil.
Copyrights © 2026