Balai desa dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, masih memantau listrik lewat meter pelanggan dan tagihan bulanan. Cara ini tidak menunjukkan waktu lonjakan daya, beban dominan, atau kondisi mendekati kapasitas terpasang. Aparatur desa dan pelaku UMKM juga memiliki literasi perangkat monitoring digital yang terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem pemantauan konsumsi listrik real-time dan peringatan dini beban lebih berbasis Internet of Things (IoT), serta meningkatkan kemampuan mitra membaca dan memakai data energi. Tim menggunakan pendekatan partisipatif dengan tujuh tahap: koordinasi, survei, perancangan, instalasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sistem memakai mikrokontroler ESP32 dan sensor PZEM-004T untuk membaca tegangan, arus, daya, energi, frekuensi, dan faktor daya. Data tampil pada layar lokal dan dasbor melalui Wi-Fi. Indikator LED, buzzer, atau notifikasi aktif saat daya melewati ambang yang disepakati. Hasil menunjukkan mitra dapat membaca parameter listrik secara real-time, menerima peringatan sebelum MCB trip, dan mencatat kejadian beban tinggi. Mitra juga memahami batas peran pengguna dan teknisi. Sistem ini berfungsi sebagai alat monitoring dan tidak menggantikan MCB, ELCB/RCD, maupun pembumian. Klaim penghematan biaya memerlukan data pembanding jangka panjang
Copyrights © 2025