Generasi Z memiliki karakteristik khusus dalam cara belajar dan memilih ruang belajar karena tumbuh dalam lingkungan digital yang berkembang pesat. Hal ini, memengaruhi preferensi mereka terhadap pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tempat ketiga, preferensi ruang belajar mahasiswa Generasi Z, serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi ruang belajar. Penelitian melibatkan 157 responden berusia 18-25 tahun dari 36 universitas dan berbagai program studi di Pulau Jawa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa (N=157). Metode penelitian menggunakan mixed method yang mencakup data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan tahapan open–axial–selective coding untuk memperoleh makna dari jawaban pertanyaan terbuka. Kemudian, hasil pengodean tersebut dianalisis bersama data kuantitatif dari pertanyaan tertutup secara statistik untuk memperoleh data persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa 46,5% responden menilai tempat ketiga berperan sangat penting sebagai ruang belajar. Preferensi ruang belajar yang paling banyak dipilih adalah rumah/kos (45,76%) dan kafe sebagai tempat ketiga (27,8%). Faktor utama yang memengaruhi preferensi ruang belajar adalah desain arsitektur dan kualitas ruang. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi perguruan tinggi, perancang ruang publik, dan pelaku bisnis dalam menyediakan ruang belajar yang lebih responsif, nyaman, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Copyrights © 2026