Ruang publik memiliki peran penting sebagai wadah aktivitas sosial, rekreasi, dan olahraga yang mendukung kualitas hidup masyarakat perkotaan. Namun, banyak ruang publik masih belum mampu menarik aktivitas pengguna secara berkelanjutan akibat kurangnya keberagaman kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren aktivitas pada ruang publik perkotaan sebagai dasar pengembangan program aktivitas di kawasan Cakung, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi preseden terhadap sepuluh ruang publik yang dipilih berdasarkan tingkat aktivitas, keberagaman fungsi, dan penerapan prinsip placemaking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga kategori aktivitas dominan, yaitu aktivitas sosial, rekreasi, serta event dan budaya, ditemukan pada seluruh 10 studi preseden. Selain itu, aktivitas edukasi ditemukan pada 7 studi preseden, olahraga pada 7 studi preseden, kuliner pada 5 studi preseden, dan bermain anak pada 4 studi preseden. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi program aktivitas ruang publik yang mengintegrasikan aktivitas utama, pendukung, dan pelengkap guna menciptakan ruang yang aktif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban.
Copyrights © 2026