Bencana dan situasi kegawatdaruratan tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga mengganggu rasa aman, kestabilan emosi, dan fungsi sosial remaja. Kemampuan regulasi emosi menjadi bekal penting bagi remaja agar mampu mengenali respons emosional, menenangkan diri, dan mengambil keputusan yang aman saat menghadapi keadaan darurat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi regulasi emosi kepada remaja di kelompok Integrasi Layanan Primer (ILP) Remaja Desa Tertek, Pare, sebagai bagian dari kesiapsiagaan dan dukungan psikososial bencana. Metode yang digunakan adalah edukasi/penyuluhan, simulasi pertolongan pertama, dan roleplay. Kegiatan diawali dengan pretest, kemudian dilakukan edukasi, dan diakhiri dengan posttest untuk mengukur pengetahuan dan regulasi emosi peserta. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 dan diikuti oleh 30 remaja. Setelah dilakukan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 61,3 (pretest) menjadi 82,7 (posttest) serta peningkatan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik dari 20,0% menjadi 80,0%. Kemampuan regulasi emosi peserta juga membaik, ditunjukkan oleh peningkatan proporsi peserta berkategori baik dari 16,7% menjadi 60,0%, sedangkan proporsi berkategori kurang menurun dari 30,0% menjadi 3,3%. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi roleplay dan diskusi kelompok. Kader dan pengelola ILP Remaja Desa Tertek dapat melanjutkan program edukasi regulasi emosi pada pertemuan berikutnya, dan penting untuk terus memberikan edukasi kesiapsiagaan psikososial agar remaja lebih siap menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Copyrights © 2026