Wisata Westtamp Tubing di Desa Tampirkulon memiliki potensi wisata sungai yang berkembang namun pengelolanya terkendala minimnya pemahaman kesehatan dan bergantung pada intuisi dalam menerapkan prosedur keselamatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) dengan pendekatan pelatihan yang melibatkan 25 peserta pelatihan dari unsur pengelola dan pemandu wisata Westtamp Tubing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan K3 efektif meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan, tercermin dari kenaikan nilai pretest pada rentang 40–100 menjadi rentang posttest sebesar 90–100. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap tiga pilar utama kompetensi air, yaitu water skills, risk awareness, dan rescue readiness (teknik Reach, Throw, Row, Go, dan Tow/Carry). Selain peningkatan kapasitas SDM, kegiatan ini turut menghasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) K3 yang tersusun secara terstruktur, mencakup tahapan pra-kegiatan, pelaksanaan, hingga pasca-kegiatan. Melalui kegiatan ini, tata kelola keselamatan wisata berhasil ditransformasikan dari yang semula berbasis intuisi menjadi berbasis standar K3 yang terukur, guna menjamin keselamatan pengunjung dan meminimalkan risiko kecelakaan.
Copyrights © 2026