Dalam pembelajaran matematika, kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi mendasar yang sudah seharusnya terus diasah dan ditingkatkan. Akan tetapi, faktanya kemampuan tersebut hingga kini masih belum menunjukkan perkembangan yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana grit dan resiliensi matematis memengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa SMA. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes uraian. Seluruh siswa kelas X SMA Yos Sudarso Karawang dijadikan sebagai populasi penelitian, dengan menggunakan teknik sampling jenuh, maka seluruh anggota populasi juga ditetapkan sebagai sampel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa grit tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa (sig. = 0,190 > 0,05). Sebaliknya, resiliensi matematis terbukti berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa (sig. = 0,001 < 0,05). Selain itu, secara simultan grit dan resiliensi matematis berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa (sig. = 0,001 < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa resiliensi matematis memiliki peran yang lebih besar dalam mendukung kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan grit.
Copyrights © 2026