ABSTRACT The dynamic shifts in the world of work require Vocational High School (SMK) students to possess psychological readiness in managing post-school career transitions. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and career adaptability among students at SMK Negeri 1 Sanga Desa. A quantitative correlational approach was applied to 60 eleventh-grade students selected via stratified random sampling from a total population of 134 students. Data were collected using self-efficacy and career adaptability instruments with proven validity and internal consistency, and subsequently analyzed using Pearson Product-Moment correlation after all normality and linearity assumptions were met. Statistical analysis revealed a positive correlation coefficient of 0.498 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). These findings demonstrate a significant and direct relationship between the two variables, wherein the strengthening of self-efficacy is directly proportional to the enhancement of students' career adaptability. Practically, the results underscore the importance of designing guidance and counseling interventions focused on developing self-efficacy to foster students' readiness in anticipating ongoing career demands and changes. ABSTRAK Dinamika pergeseran dunia kerja menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kesiapan psikologis dalam mengelola transisi karier pascasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-efficacy dengan career adaptability siswa SMK Negeri 1 Sanga Desa. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan pada 60 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari total populasi 134 orang. Data dikumpulkan menggunakan instrumen self-efficacy dan career adaptability yang teruji validitas dan konsistensi internalnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah seluruh prasyarat normalitas dan linearitas terpenuhi. Hasil analisis statistik menunjukkan koefisien korelasi bernilai positif sebesar 0,498 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan dan searah antara kedua variabel, di mana penguatan keyakinan atas kapasitas diri berbanding lurus dengan peningkatan daya adaptasi siswa. Secara praktis, hasil penelitian mempertegas pentingnya perancangan intervensi bimbingan dan konseling yang berfokus pada pengembangan efikasi diri guna membina kesiapan siswa dalam mengantisipasi tuntutan dan perubahan karier secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026