The low work ethic and sense of responsibility among vocational high school (SMK) students remain critical challenges directly impeding workplace readiness. Conversely, conventional guidance and counseling interventions adopting Western theories often fail to accommodate the cultural affective needs of local counselees. This study aims to examine the effectiveness of group counseling using the Intensive Progressive Adaptive Structured Counseling (KIPAS) model integrated with the cultural values of Panji Stories in improving the responsibility character of vocational students, compared to a control group receiving the Wants, Doing, Evaluation, Planning (WDEP) technique. A quantitative quasi-experimental approach was conducted using a non-equivalent control group design. The research participants comprised 18 tenth-grade students of SMKN 1 Plosoklaten selected via purposive sampling criteria exhibiting low initial responsibility scores. Data collected using a psychological responsibility scale were analyzed using the Mann-Whitney U test and normalized gain score (N-gain score). The findings revealed that the experimental group demonstrated a statistically significant improvement ( , ) with a final average score of 94.50, outperforming the control group which reached 88.00. Consequently, the culture-based KIPAS model is proven effective in fostering vocational students' responsibility through indigenous moral modeling. ABSTRAK Rendahnya etos kerja dan tanggung jawab siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi persoalan krusial yang berdampak langsung pada kesiapan kerja di dunia industri. Di sisi lain, intervensi bimbingan dan konseling konvensional yang mengadopsi teori Barat sering kali kurang menyentuh ranah afeksi kultural konseli lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan layanan konseling kelompok model Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur (KIPAS) bermuatan nilai budaya Cerita Panji dalam meningkatkan karakter tanggung jawab siswa SMK, dengan membandingkannya terhadap kelompok kontrol yang menerima teknik Wants, Doing, Evaluation, Planning (WDEP). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan pola non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas X SMK Negeri 1 Plosoklaten yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor skala psikologis tanggung jawab kategori rendah. Data dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U dan analisis perolehan skor ternormalisasi (N-gain score). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan skor yang signifikan secara statistik ( , ) dengan rata-rata nilai akhir sebesar 94,50, lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol sebesar 88,00. Dengan demikian, model konseling kelompok KIPAS bermuatan Cerita Panji terbukti efektif meningkatkan karakter tanggung jawab siswa vokasi melalui internalisasi teladan moral kearifan lokal.
Copyrights © 2026