Transformasi digital telah mengubah cara organisasi merancang pekerjaan, mengelola sumber daya manusia, dan mempertahankan talenta dengan kompetensi digital. Dalam konteks tersebut, Digital Employee Experience (DEX) muncul sebagai pendekatan strategis yang menempatkan pengalaman karyawan ketika berinteraksi dengan teknologi, proses, lingkungan kerja, dan layanan organisasi sebagai bagian penting dari Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran DEX sebagai strategi baru MSDM untuk meningkatkan retensi talenta digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan menelaah literatur mengenai employee experience, digital workplace, digital HRM, engagement, dan turnover intention. Hasil analisis menunjukkan bahwa DEX dapat mendukung retensi melalui lima mekanisme utama, yaitu pengurangan friksi digital dalam bekerja, peningkatan produktivitas dan otonomi, penguatan keterhubungan dan kolaborasi, personalisasi layanan SDM, serta peningkatan persepsi dukungan organisasi. Implementasi DEX yang efektif tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan aplikasi modern, tetapi memerlukan integrasi antara teknologi, desain proses kerja, kepemimpinan responsif, kapabilitas digital, keamanan data, dan mekanisme umpan balik berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa DEX berpotensi menjadi sumber keunggulan kompetitif dalam perebutan talenta digital apabila ditempatkan sebagai strategi lintas fungsi antara MSDM, teknologi informasi, dan pimpinan bisnis. Organisasi disarankan mengembangkan metrik DEX, memetakan perjalanan karyawan secara digital, mengurangi kompleksitas sistem, dan menghubungkan investasi teknologi dengan kebutuhan nyata karyawan.
Copyrights © 2026