ABSTRACT Chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis frequently experience psychological distress that may interfere with treatment adherence and quality of life. To analyze the relationship between hemodialysis duration, stress level, and anxiety level among chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at Bhayangkara Hospital Makassar. This analytic observational study used a cross-sectional design in 2025 among 56 chronic kidney disease patients receiving hemodialysis. Stress was measured using the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) and anxiety using the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Associations were tested using Spearman correlation. Most participants reported moderate-to-severe stress (moderate 42.9%; severe 35.7%) and mild-to-moderate anxiety (mild 44.6%; moderate 46.4%). Longer hemodialysis duration was associated with lower stress (p0.001; r=-0.712) and lower anxiety (p0.001; r=-0.642). Stress level was positively associated with anxiety level (p0.001; r=0.523). Conclusion: Hemodialysis duration is inversely related to stress and anxiety, while higher stress is associated with higher anxiety. Routine screening and integrated psychosocial support are recommended, particularly for patients in the early phase of hemodialysis. Keywords: Hemodialysis, Chronic Kidney Disease, Stress, Anxiety, GAD-7. ABSTRAK Pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa sering mengalami beban psikologis yang dapat memengaruhi kepatuhan terapi dan kualitas hidup. Menganalisis hubungan lama menjalani hemodialisa, tingkat stres, dan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada tahun 2025 terhadap 56 pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan tingkat kecemasan menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden mengalami stres sedang–berat (sedang 42,9%; berat 35,7%) dan kecemasan ringan–sedang (ringan 44,6%; sedang 46,4%). Lama hemodialisa berhubungan negatif dengan tingkat stres (p0,001; r=-0,712) dan tingkat kecemasan (p0,001; r=-0,642). Tingkat stres berhubungan positif dengan tingkat kecemasan (p0,001; r=0,523). Semakin lama menjalani hemodialisa, tingkat stres dan kecemasan cenderung menurun, sedangkan peningkatan stres diikuti peningkatan kecemasan. Skrining psikologis dan dukungan psikososial terintegrasi perlu dipertimbangkan, terutama pada fase awal hemodialisa. Kata Kunci: Hemodialisa, Penyakit Ginjal Kronis, Stres, Kecemasan, GAD-7.
Copyrights © 2026