The implementation of the deep learning-based Kurikulum Merdeka at SMAN 1 Lembang demonstrates that curriculum policies are not limited to concepts but are also embedded in daily learning practices. Teachers have begun to act as facilitators, learning is linked to real-world contexts, and students are more actively involved in the learning process. This pattern indicates a shift in learning from simply delivering material to a deeper understanding. The interest-based class selection system and interdisciplinary learning help increase student motivation, although implementation still faces limitations in the number of teachers and class capacity. This study used a qualitative descriptive approach to gain a deep understanding of the implementation of the deep learning-based Kurikulum Merdeka in Accounting. The findings indicate that support from the principal and the school committee, and the availability of infrastructure, play a crucial role in maintaining the sustainability of the implementation of Kurikulum Merdeka. In Accounting learning, the deep learning approach helps students understand concepts more comprehensively through practical activities, discussions, and reflection. By linking material to real-world situations, students not only understand the lesson content but also develop critical thinking and decision-making skills. Therefore, the implementation of deep learning in the Kurikulum Merdeka can run smoothly if supported by comprehensive school readiness. Abstrak Penerapan Kurikulum Merdeka berbasis deep learning di SMAN 1 Lembang menunjukkan bahwa kebijakan kurikulum tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi telah diterapkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Guru mulai berperan sebagai fasilitator, pembelajaran dikaitkan dengan konteks nyata, dan murid lebih aktif terlibat dalam proses belajar. Pola ini menunjukkan adanya perubahan pembelajaran dari sekadar penyampaian materi menuju pemahaman yang lebih mendalam. Sistem pilihan kelas berbasis minat dan pembelajaran lintas disiplin membantu meningkatkan motivasi belajar murid, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan jumlah guru dan kapasitas kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka berbasis deep learning pembelajaran Akuntansi. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa dukungan kepala sekolah, komite sekolah, serta ketersediaan sarana prasarana berperan penting dalam menjaga keberlanjutan penerapan Kurikulum Merdeka. Pada pembelajaran Akuntansi, pendekatan deep learning membantu murid memahami konsep secara lebih utuh melalui kegiatan praktik, diskusi, dan refleksi. Dengan mengaitkan materi pada situasi nyata, murid tidak hanya memahami isi pelajaran, tetapi juga belajar berpikir kritis dan mengambil keputusan. Oleh karena itu, penerapan deep learning dalam Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh kesiapan sekolah secara menyeluruh. Kata Kunci: deep learning; Kurikulum Merdeka; pembelajaran Akuntansi
Copyrights © 2026