Curriculum policy changes in Indonesia are part of ongoing efforts to improve the quality of education and adapt the learning process to current demands. This study aims to analyze the new direction resulting from the implementation of the Kurikulum Merdeka. The research method used is a qualitative descriptive approach, based on a literature review and direct interviews with educators at SMA Pasundan 8 Bandung. The results of the study show that the Kurikulum Merdeka responds to the demands of modern developments and serves as a refinement of the previous curriculum. This program emphasizes student-centered learning, so the role of teachers is more that of facilitators tasked with meeting students' interests and talents. This curriculum also emphasizes learning focused on essential material, project-based learning, character building through the Pancasila Student Profile, and flexibility for educational units and teachers in designing the learning process. However, there are still several challenges in its implementation, including limited facilities and infrastructure, limited teacher understanding, and difficulties in designing learning activities. From the students' perspective, they experience difficulties in adapting to the transition to project-based learning. Abstrak Perubahan kebijakan kurikulum di Indonesia sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah baru yang dihasilkan oleh implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan wawancara langsung dengan para pendidik di SMA Pasundan 8 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan respons terhadap tuntutan perkembangan modern sekaligus bentuk penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Program ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada murid, sehingga peran guru lebih berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas memenuhi kebutuhan minat dan bakat murid. Kurikulum ini juga menekankan pembelajaran yang berfokus pada materi esensial, pembelajaran berbasis proyek, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, serta pemberian fleksibilitas bagi satuan pendidikan dan guru dalam merancang proses pembelajaran. Namun, dalam implementasinya masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan pemahaman guru, serta kesulitan dalam merancang pembelajaran. Dari perspektif murid mengalami kesulitan dalam beradaptasi akibat peralihan menuju pembelajaran berbasis proyek. Kata Kunci: fleksibilitas; Kurikulum Merdeka; student-centered learning
Copyrights © 2026