Keberhasilan program inseminasi buatan (IB) pada sapi potong sangat ditentukan oleh ketepatan deteksi birahi oleh peternak sebagai faktor utama dalam manajemen reproduksi ternak. Rendahnya akurasi deteksi birahi berimplikasi pada menurunnya peluang kebuntingan, meningkatnya kejadian kawin berulang, serta pemborosan sumber daya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peternak sapi potong dalam mendeteksi birahi di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan dikategorikan ke dalam lima tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor pengetahuan peternak mencapai 1.532, yang berada pada kategori tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peternak telah memiliki pemahaman yang relatif baik mengenai deteksi birahi, gejala birahi, waktu pengamatan birahi, lama birahi serta pengetahuan peternak terkait siklus antar birahi.
Copyrights © 2026