Kerusakan jalan merupakan permasalahan infrastruktur publik yang memerlukan mekanisme penanganan berdasarkan tingkat urgensi agar proses perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Proses pengelolaan laporan kerusakan jalan masih menghadapi kendala berupa banyaknya laporan yang masuk, kelengkapan informasi yang belum optimal, serta belum adanya mekanisme pengurutan laporan berdasarkan tingkat kepentingan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan penanganan dan menyulitkan petugas dalam menentukan laporan yang harus diproses terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pengaduan jalan rusak menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan algoritma Priority Queue untuk menentukan prioritas penanganan laporan secara objektif dan terstruktur. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan tiga aspek utama, yaitu kondisi kerusakan jalan (K1), tingkat bahaya atau keselamatan jalan (K2), dan fungsi jalan (K3). Bobot yang diperoleh kemudian digunakan untuk menghitung Priority Score setiap laporan. Nilai Priority Score tersebut menjadi dasar pengurutan laporan menggunakan algoritma Priority Queue, sehingga laporan dengan tingkat prioritas lebih tinggi dapat ditempatkan pada urutan penanganan awal. Hasil penelitian menunjukkan bobot K1 sebesar 52,29%, K2 sebesar 38,16%, dan K3 sebesar 9,54%, dengan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0105 yang menunjukkan bahwa penilaian perbandingan antar kriteria konsisten. Pengujian algoritma terhadap 11 skenario menghasilkan tingkat kesesuaian 100%, sedangkan User Acceptance Testing memperoleh nilai 86,80% dengan kategori sangat sesuai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi AHP dan Priority Queue mampu mendukung proses pengambilan keputusan prioritas penanganan jalan rusak secara lebih sistematis, konsisten, transparan, dan berbasis kriteria teknis. Sistem yang dikembangkan juga dapat membantu petugas mengelola laporan secara lebih terarah serta meningkatkan efisiensi proses penentuan urutan penanganan lapangan.
Copyrights © 2026