Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keunggulan relatif terhadap keputusan usaha mikro dan kecil (UMK) di Sumatera Utara dalam menerapkan pembayaran digital QRIS, serta mengevaluasi peran kepercayaan digital sebagai faktor yang memperkuat atau melemahkan pengaruh tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa data panel dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara selama lima tahun, yaitu 2021–2025, sehingga menghasilkan 165 observasi. Keunggulan relatif diukur melalui tingkat penetrasi internet daerah, keputusan penerapan pembayaran digital diukur dari data adopsi UMK, sedangkan kepercayaan digital diukur menggunakan Indeks Literasi Keuangan Digital (ILKD). Data dianalisis dengan regresi data panel dan analisis regresi yang dimoderasi (MRA) menggunakan EViews. Hasil uji Chow dan Hausman menunjukkan model Fixed Effect sebagai model paling tepat. Hasil estimasi menunjukkan keunggulan relatif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan menerapkan QRIS (β = -0,004155; p < 0,05), kepercayaan digital berpengaruh positif dan signifikan (β = 1,470229; p < 0,05), dan interaksi keduanya juga berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,0000215; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan kepercayaan digital memengaruhi hubungan tersebut dengan mengurangi dampak negatif keunggulan relatif terhadap keputusan adopsi. Peningkatan kondisi digital di suatu wilayah perlu diiringi pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital agar penggunaan QRIS pada UMK lebih maksimal.
Copyrights © 2026