Reformasi tata kelola pupuk bersubsidi menuntut kebijakan publik diterjemahkan ke dalam komunikasi yang dapat dipahami dan dijalankan petani. Kesenjangan penelitian terletak pada dominannya kajian pupuk bersubsidi pada distribusi dan administrasi, sedangkan kajian komunikasi korporat masih terbatas dalam menjelaskan peran badan usaha milik negara sebagai agen difusi kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi korporat Pupuk Indonesia Persero melalui Program Rembuk Tani dan mengidentifikasi hambatan penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, pemilihan lima informan secara purposif, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, angket pendukung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi terintegrasi berupa pemetaan khalayak, perencanaan berbasis wilayah, komunikasi dialogis, aktivasi partisipasi, dan kolaborasi multipemangku kepentingan. Rembuk Tani memperkuat pemahaman kebijakan, akses informasi, kepercayaan, serta partisipasi penyaluran, sedangkan data administrasi, karakteristik petani, dinamika regulasi, musim, dan keterbatasan evaluasi masih menjadi hambatan. Kebaruan penelitian berupa model konseptual yang menempatkan komunikasi korporat sebagai penghubung inovasi kebijakan, keterlibatan pemangku kepentingan, tahapan adopsi, kepercayaan, dan penyaluran pupuk bersubsidi.
Copyrights © 2026