Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kehalusan Fly Ash sebagai substitusi sebagian semen terhadap waktu ikat (setting time) dan kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength/UCS) mortar busa. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mortar busa dengan Fly Ash dari salah satu PLTU di Sumatera Selatan. Fly Ash dipisahkan berdasarkan tingkat kehalusan menggunakan metode Filtering of Fly Ash Based on Fall Zone menjadi Zona 0, Zona 1, Zona 2, dan Zona 3, kemudian digunakan sebagai substitusi semen sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%. Campuran dasar menggunakan semen PCC Conch 25,64 kg, air 14,9 kg, pasir Tanjung Raja 24,7 kg, dan foam Ligno. Pengujian meliputi flow, densitas basah, setting time, densitas kering, dan UCS umur 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan persentase Fly Ash cenderung memperpanjang waktu ikat, sedangkan peningkatan kehalusan cenderung mempercepat waktu ikat. Initial setting time berada pada 90–135 menit dan final setting time 150–210 menit. Kuat tekan menunjukkan pola optimum pada substitusi 15% untuk zona yang lebih halus. Nilai tertinggi diperoleh pada Zona 3 dengan substitusi 15%, yaitu 1.444 kPa. Densitas kering seluruh variasi berada di bawah 0,6 g/cm³ dan kuat tekan memenuhi minimum 800 kPa. Dengan demikian, tingkat kehalusan dan persentase substitusi Fly Ash perlu dipertimbangkan secara bersamaan dalam menentukan komposisi mortar busa.
Copyrights © 2026