Pengangkutan batubara merupakan bagian penting dalam operasi pertambangan karena efisiensinya memengaruhi pencapaian target produksi, biaya operasional, konsumsi bahan bakar, dan pemanfaatan alat. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu edar single trailer Quister GWE 410 dan double trailer Renault K 500, membandingkan produktivitas keduanya, serta menetapkan unit angkut yang lebih sesuai bagi PT Kumala Bahtera Utama Site Servo KM 36. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan observasi lapangan. Data primer meliputi waktu edar, kapasitas angkut, konsumsi bahan bakar, jarak pengangkutan, dan kondisi jalan, sedangkan data sekunder mencakup spesifikasi alat, ketersediaan mekanis, dan peta jalan angkut. Pengamatan dilakukan terhadap 20 siklus operasional pada setiap jenis trailer. Produktivitas dihitung dengan mengintegrasikan tonase aktual, waktu edar, dan efisiensi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa single trailer memiliki rata-rata waktu edar 240 menit, kapasitas 80,71 ton per siklus, dan produktivitas 20,17 ton per jam. Double trailer memerlukan 420 menit per siklus, tetapi mampu membawa 167,05 ton dan menghasilkan produktivitas 23,86 ton per jam. Kedua unit melampaui target perusahaan, tetapi double trailer menghasilkan produktivitas per jam lebih tinggi dan mengurangi frekuensi perjalanan. Dengan demikian, double trailer Renault K 500 merupakan pilihan angkutan yang lebih efisien dalam kondisi operasional yang diamati secara operasional untuk mendukung pencapaian target produksi perusahaan.
Copyrights © 2026