Penelitian terdahulu mengenai determinan kinerja pegawai menunjukkan hasil yang belum konsisten, khususnya mengenai pengaruh motivasi dan lingkungan kerja, sementara bukti empiris mengenai kontribusi relatif ketiga faktor tersebut pada organisasi pelayanan publik tingkat kecamatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh populasi sebanyak 47 pegawai melalui teknik sampel total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala lima tingkat dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0,314; p = 0,042), sedangkan motivasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (β = 0,161; p = 0,261). Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,391; p = 0,016) serta menjadi prediktor relatif paling dominan dalam model. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F = 23,443; p < 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 0,621. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pada organisasi pelayanan publik perlu memprioritaskan pembenahan lingkungan kerja dan penguatan praktik kepemimpinan, sementara kebijakan motivasi perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan pegawai dan lebih terhubung dengan capaian kinerja.
Copyrights © 2026