Perkembangan layanan Buy Now Pay Later (BNPL/paylater) dalam ekonomi digital menghadirkan kemudahan akses kredit yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif, terutama ketika tidak diimbangi dengan kemampuan numerasi dan literasi keuangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan-temuan empiris mengenai hubungan antara kemampuan numerasi, literasi keuangan, dan perilaku pengguna paylater, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi hubungan tersebut, dengan fokus pada peran mediasi gaya hidup. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan narrative synthesis dan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, dan DOAJ dengan rentang publikasi 2021-2026. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif-kritis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kemampuan numerasi merupakan fondasi kognitif fundamental yang memungkinkan individu memahami konsep keuangan seperti perhitungan bunga dan proporsi, yang menjadi dasar bagi literasi keuangan yang efektif. Literasi keuangan berperan sebagai mekanisme pengendali internal yang menekan perilaku konsumtif dalam penggunaan paylater. Gaya hidup teridentifikasi sebagai variabel mediasi signifikan yang memperkuat pengaruh rendahnya literasi keuangan terhadap penggunaan paylater secara impulsif. Faktor moderasi lain meliputi efikasi diri finansial, kontrol diri, pengaruh sosial, dan stres finansial. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan numerasi sebagai dasar kognitif dan literasi keuangan secara terintegrasi, disertai intervensi yang mempertimbangkan faktor gaya hidup, merupakan strategi kunci untuk mendorong pemanfaatan paylater yang bertanggung jawab di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2026