Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa serius dengan tingkat kekambuhan global 50-92%. Kekambuhan menimbulkan dampak signifikan pada pasien, keluarga, dan sistem kesehatan. Harapan pasien merupakan faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi proses pemulihan dan mencegah kekambuhan, namun penelitian yang mengkaji hubungan langsung antara harapan dengan kekambuhan masih terbatas Tujuan: Menganalisis hubungan antara harapan pasien dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 108 pasien skizofrenia rawat jalan dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Instrument menggunakan kuesioner Herth Hope Index (HHI) untuk mengukur harapan dan data kekambuhan dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall Tau. Hasil: Penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki harapan tinggi yaitu 105 responden 97,8% dan frekuensi kekambuhan resndah sebanyak 95 responden 88,0%. Analisis korelasi menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r=0.307, yang mengidentifikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara harapan pasien dengan frekuensi kekambuhan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harapan pasien, semakin rendah frekuensi kekambuhan yang dialami.The Relationship Between Level of Hope and Relapse Frequency in Patients with Schizophrenia AbstractBackground : Schizophrenia is a serious mental disorder with global relapse rates reaching 50-92%. Relapse has significant impacts on patients, families, and healthcare systems. Patient hope is a psychological factor that potentially influences recovery and relapse prevention, yet research examining the direct relationship between hope and relapse remains limited. Objective : To analyze the relationship between patient hope and relapse frequency in schizophrenia patients at Grhasia Mental Hospital Yogyakarta. Methods :The study used a correlational design with a cross-sectional approach. A sample of 108 outpatient schizophrenia patients was selected using incidental sampling technique. Research instruments included the Herth Hope Index (HHI) questionnaire to measure hope and relapse data from medical records. Data analysis used Kendall Tau correlation test. Results showed that the majority of respondents had high hope 105 (97,8%) and low relapse frequency (88,0% 95). Correlation analysis showed p=0.001 (p<0.05) with correlation coefficient r=-0.307, indicating a significant negative relationship between patient hope and relapse frequency. Conclusion: The results of this study show that the higher the patients’ level of hope, the lower the frequency of relapse experienced.Â
Copyrights © 2026