Ketimpangan gender dalam distribusi tenaga kerja lintas sektor merupakan tantangan signifikan bagi pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah perkotaan. Meskipun akses pendidikan bagi perempuan meningkat, segregasi okupasional yang memisahkan peran laki-laki dan perempuan pada sektor tertentu masih mendominasi struktur pasar kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan memprediksi faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan gender tersebut di Kota Bogor dengan membandingkan tingkat signifikansi antara variabel kewilayahan (kecamatan) dan jenis pekerjaan terhadap proporsi gender tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan data mining kuantitatif dengan menerapkan algoritma Regresi Linier Berganda (Multiple Linear Regression) dan Random Forest Regressor sebagai komparasi. Dataset yang dianalisis bersumber secara resmi dari portal open data pemerintah kota bogor untuk periode tahun 2022 dan tahun 2023. Tahapan analisis mencakup pra-pemrosesan data, pembersihan, imputasi nilai hilang, pemfilteran pembagian nol, pembersihan outlier berbasis Z-score (|Z| <= 3), one-hot encoding untuk fitur kategorikal, uji asumsi regresi, serta evaluasi model menggunakan metrik R-squared (R2), Root Mean Squared Error (RMSE), dan Mean Absolute Error (MAE). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa jenis pekerjaan merupakan prediktor yang dominan dan berpengaruh sangat signifikan terhadap ketimpangan gender, sedangkan variabel kewilayahan secara statistik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p > 0,05). Model mencapai tingkat akurasi (R-squared) sebesar 0,7107 pada tahun 2022 dan 0,6223 pada tahun 2023. Temuan ini menyimpulkan bahwa kebijakan kesetaraan gender di masa depan harus lebih difokuskan pada intervensi spesifik sektoral (berdasarkan jenis pekerjaan) daripada kebijakan berbasis wilayah administratif.
Copyrights © 2026