Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya jumlah investor di pasar modal syariah dibandingkan dengan jumlah investor pada pasar modal konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah dan budaya sunda terhadap minat investasi pasar modal syariah dengan persepsi risiko investor sebagai variabel moderasi, pada generasi Z di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner berskala likert. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden generasi Z di Jawa Barat yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan Syariah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi di Pasar Modal Syariah (Y), dengan nilai koefisien jalur (original sample) sebesar 0,432, nilai t-statistics sebesar 5,441 (> 1,96), dan nilai p-values sebesar 0,000 (< 0,05, Budaya Sunda (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Investasi di Pasar Modal Syariah (Y), dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,332, nilai t-statistics sebesar 3,952 (> 1,96), dan nilai p-values sebesar 0,000 (< 0,05). sementara persepsi risiko investor (M) tidak terbukti memoderasi hubungan antara literasi keuangan syariah dan budaya sunda terhadap minat ,dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,136, nilai t-statistics sebesar 1,235 (< 1,96), dan nilai p-values sebesar 0,217 (> 0,05). Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai pola minat investasi generasi Z di wilayah Jawa Barat dan perlu diuji lebih lanjut pada cakupan sampel yang lebih luas.
Copyrights © 2026