Penurunan viabilitas benih cabai rawit akibat proses penyimpanan dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman. Salah satu upaya untuk meningkatkan kembali mutu fisiologis benih adalah melalui aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) Hormonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT Hormonik, lama perendaman, serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, pada April–Mei 2026 dengan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor, tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ZPT Hormonik (0, 2, dan 4 cc L⁻¹ air), sedangkan faktor kedua adalah lama perendaman (3, 6, dan 9 jam). Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh, daya kecambah, vigor benih, tinggi kecambah, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ZPT Hormonik berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh, daya kecambah, dan vigor benih, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi kecambah. Lama perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi kecambah dan berpengaruh nyata terhadap daya kecambah. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh dan tinggi kecambah. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi ZPT Hormonik 4 cc L⁻¹ air (Z2) dengan lama perendaman 6 jam (L2), yang direkomendasikan untuk meningkatkan viabilitas benih cabai rawit.
Copyrights © 2026