Budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) umumnya bergantung pada serbuk gergaji sebagai media tanam utama. Namun, di sisi lain, media ini dapat dikembangkan sebagai substrat alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media tanam alternatif berbasis limbah kulit singkong dan kulit pisang dalam menentukan komposisi media optimum terhadap produktivitas jamur tiram putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima komposisi dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan miselia, waktu kemunculan pinhead, jumlah tubuh buah, diameter tudung, tinggi tangkai, dan bobot basah. Data dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam alternatif berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Komposisi media 60% serbuk gergaji, 25% kulit pisang, 10% dedak, dan 5% kapur (P2) menghasilkan pertumbuhan miselia tertinggi sebesar 26,30 cm pada 21 HSI, sedangkan komposisi media 45% serbuk gergaji, 20% kulit singkong, 20% kulit pisang, 10% dedak, dan 5% kapur (P4) menghasilkan waktu kemunculan pinhead tercepat (29,83 hari), jumlah tubuh buah terbanyak (20,08 buah), diameter tudung terbesar (5,43 cm), tinggi tangkai tertinggi (4,70 cm), dan bobot basah tertinggi (165,17 g). Kombinasi kulit singkong dan kulit pisang berpotensi menjadi media alternatif untuk meningkatkan hasil jamur tiram putih secara organik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026