Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang produktivitasnya perlu ditingkatkan melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pupuk organik menggunakan biourin sapi dan kompos limbah kulit kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi dan kompos limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Paya Dedep, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, pada Juni–Desember 2025. Bahan penelitian utama adalah bawang merah varietas Batu Ijo. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi biourin sapi yang terdiri atas 0, 5, 10, dan 15%, sedangkan faktor kedua adalah dosis kompos limbah kulit kopi yang terdiri atas 0, 5, 10, dan 15 ton ha⁻¹. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), dan apabila terdapat perbedaan yang nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 MST, jumlah daun umur 6 dan 8 MST, diameter umbi (cm), bobot basah umbi per plot (g), bobot kering umbi per rumpun (g), dan produksi (ton ha⁻¹). Perlakuan terbaik adalah konsentrasi biourin sapi 15%. Kompos limbah kulit kopi berpengaruh terhadap bobot basah umbi per plot (g), bobot kering umbi per rumpun (g), dan produksi (ton ha⁻¹). Perlakuan terbaik adalah dosis kompos limbah kulit kopi 15 ton ha⁻¹. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara biourin sapi dan kompos limbah kulit kopi terhadap seluruh peubah yang diamati.
Copyrights © 2026