Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan melakukan analisa seberapa besar pengaruh yang dikarenakan oleh inflasi dan nilai tukar (kurs) terhadap Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana syariah yang ditinjau dari perspektif syariah. Sampel dari penelitian ini menggunakan data Nilai aktiva bersih (NAB) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan data inflasi serta nilai tukar (kurs) dari Bank Indonesia (BI) yang diambil dari data bulanan Januari periode tahun 2018 hingga Desember 2022. Metodologi dari penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan aplikasi analisis SmartPLS 4. Nilai aktiva bersih Reksa Dana Syariah sebagai variabel dependen (Y), inflasi dan nilai tukar (kurs) sebagai variabel independent (X). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: inflasi terhadap NAB Reksa Dana Syariah menunjukkan hasil koefisien jalur sebesar -0,160 dengan nilai t-statistik sebesar 0,441 lebih kecil dari t-tabel 1,96. Hasil ini berarti inflasi tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap NAB Reksa Dana Syariah kurs terhadap NAB Reksa Dana Syariah menunjukkan hasil koefisien jalur sebesar 1,090 dengan nilai t-statistik sebesar 3,102 lebih besar dari t-tabel 1,96. Hasil ini berarti kurs berpengaruh terhadap NAB Reksa Dana Syariah.
Copyrights © 2023