Paparan sinar matahari berlebih dapat menyebabkan penuaan dini dan kerusakan kulit akibat radikal bebas. Untuk mengatasi hal ini diperlukan antioksidan alami yang aman dan efektif. Penelitian ini mengkaji aktivitas antioksidan ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) sebagai kandidat bahan aktif anti-aging. Untuk sumber antioksidan alami pengganti senyawa sintetik yang berpotensi toksik. Pada penelitian bertujuan untuk menentukan senyawa bioaktif yang terkandung dalam daun pegagan serta mengetahui aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dipartisi dengan pelarut etanol:air, n-heksan, dan etil asetat. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etanol:air mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan fraksi n-heksan dan etil asetat mengandung terpenoid. Aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Hasil menunjukkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas sangat kuat (IC₅₀ = 14,14 µg/mL), mendekati kontrol positif vitamin C (13,71 µg/mL), fraksi n-heksan kuat (IC₅₀ = 74,72 µg/mL), dan etanol:air sedang (IC₅₀ = 105 µg/mL). Dengan demikian, ekstrak etil asetat daun pegagan berpotensi besar sebagai agen anti-aging alami dan berkontribusi terhadap pengembangan bahan aktif kosmetik herbal yang aman dan efektif.
Copyrights © 2026