Pemanfaatan terapi komplementer dan alternatif (TKA) terus meningkat sebagai pelengkap layanan kesehatan konvensional, namun data pemanfaatannya pada layanan keperawatan holistik berbasis kampus di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pemanfaatan empat modalitas TKA (massage sederhana, akupresur, bekam, dan hipnoterapi relaksasi) serta hubungannya dengan jenis kelamin dan jenis keluhan peserta. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap data sekunder dokumentasi skrining kesehatan pada Praktik Keperawatan Holistik di Universitas Nasional, Jakarta. Dari 106 peserta, 103 peserta dengan data intervensi tercatat dianalisis (total sampling). Variabel dependen adalah modalitas yang diberikan (multi respons); variabel independen adalah jenis kelamin dan jenis keluhan (muskuloskeletal vs. non muskuloskeletal). Data dianalisis dengan uji Fisher Exact dan rasio odds (OR) beserta 95% Confidence Interval (CI). Massage sederhana merupakan modalitas terbanyak (67,0%), diikuti edukasi herbal (50,5%), akupresur (27,2%), bekam (17,5%), dan hipnoterapi relaksasi (6,8%); 59,2% peserta menerima kombinasi ≥2 modalitas. Hipnoterapi hanya terealisasi pada 7 dari 16 peminat, dan yoga/tai chi (n=5) tidak pernah terealisasi. Peserta laki laki lebih banyak menerima bekam (46,4% vs. 6,7%; OR= 12,13; 95% CI= 3,76 hingga 39,19; p<0,001) dan lebih sedikit menerima massage (46,4% vs. 74,7%; OR= 0,29; 95% CI= 0,12 hingga 0,73; p=0,010). Massage lebih banyak diberikan pada keluhan muskuloskeletal (76,9% vs. 36,0%; OR= 5,93; 95% CI= 2,24 hingga 15,66; p<0,001), sedangkan hipnoterapi lebih jarang (1,3% vs. 24,0%; OR= 0,04; 95% CI= 0,005 hingga 0,36; p=0,001). Pemanfaatan TKA pada layanan keperawatan holistik kampus didominasi massage, sering dikombinasikan, dan tampak disesuaikan dengan jenis kelamin serta jenis keluhan peserta. Temuan ini menggambarkan pola pemanfaatan dan tidak menunjukkan efektivitas klinis modalitas.
Copyrights © 2026