Akumulasi limbah dapur harian yang mencapai kapasitas 100 liter di lembaga pendidikan berbasis asrama, seperti Pondok Pesantren Darul Mustafa Indonesia, menjadi permasalahan lingkungan yang kerap dipicu oleh minimnya sarana biokonversi dan rendahnya keterampilan pemilahan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengkaji implementasi teknologi budi daya Black Soldier Fly (BSF) melalui integrasi tiga fasilitas utama (kandang larva, pupa, dan imago) guna mendukung pengelolaan limbah dapur mandiri. Mengadopsi kerangka kerja Participatory Action Research (PAR), intervensi dilakukan terhadap 40 partisipan (10 pengurus dan 30 santri) melalui konstruksi fisik, edukasi interaktif, serta pendampingan tata kelola operasional awal. Hasil evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif peserta sebesar 53,1 poin persentase (dari rerata awal 33,1% menjadi 86,2%). Seluruh fraksi sisa makanan yang telah dipilah (10–12 kg/hari) berhasil dimanfaatkan sebagai substrat larva dengan tingkat reduksi massa limbah mencapai 80–85% selama masa pengamatan. Program biokonversi BSF ini menunjukkan potensi yang baik sebagai model pengelolaan limbah organik komunal serta membuka peluang rintisan ekonomi sirkular dan pengurangan sampah makanan (food waste) di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026