Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur, komposisi, dan distribusi bulanan biaya input pupuk pada budidaya kakao di lahan pascatambang PT PKN, Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan selama Januari hingga Desember 2025. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan model pengolahan data terapan berbasis spreadsheet sebagai alat bantu untuk mendigitalkan proses pencatatan, rekapitulasi, dan penyajian informasi biaya secara sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus menggunakan data historis periode Januari hingga Desember 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya input pupuk mencapai Rp79.148.103,90, yang menyerap 71,35 persen dari total pengeluaran sarana produksi. Struktur biaya didominasi oleh kelompok pembenah tanah dan bahan organik sebesar 53,17 persen, yang mengindikasikan tingginya kebutuhan perbaikan media tumbuh pada lahan pascatambang. Terdapat lima komponen pengeluaran utama yang menyerap 86,62 persen anggaran pupuk, yaitu Jangkos (32,92%), NPK Mutiara (17,51%), Urea (15,28%), Kompos (12,47%), dan KCL (8,44%). Penerapan model spreadsheet terbukti mempermudah evaluasi distribusi biaya secara otomatis, namun kualitas keluarannya sangat bergantung pada validitas basis data awal. Pihak manajemen direkomendasikan untuk memfokuskan strategi pengendalian biaya pada kelima input utama tersebut dan mengintegrasikan pencatatan biaya dengan data produksi agar analisis kelayakan ekonomi usahatani dapat dilakukan di masa mendatang
Copyrights © 2026