Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya Unmet Need KB di Kabupaten Simalungun sebesar 58,58%, sementara cakupan KB aktif tahun 2025 hanya mencapai 55,62%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor perilaku penggunaan kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kampung KB Desa Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara *purposive* dan terdiri atas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader KB, dan PUS pengguna KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi berkaitan dengan pengetahuan dan pendidikan, di mana informan berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman kontrasepsi yang lebih baik. Faktor pemungkin menunjukkan bahwa jarak dan keterbatasan kendaraan masih menjadi kendala bagi sebagian PUS dalam mengakses pelayanan kesehatan. Faktor penguat menunjukkan bahwa dukungan suami berperan dalam konsistensi penggunaan kontrasepsi. Penguatan kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program Kampung KB.
Copyrights © 2026