Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tuntutan penyelesaian tugas akhir, proses bimbingan, target penyelesaian studi, serta intensitas penggunaan teknologi digital. Kombinasi tuntutan tersebut berpotensi berkaitan dengan Digital Burnout, Impostor Syndrome, dan Stres Akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Digital Burnout dan Impostor Syndrome dengan Stres Akademik pada mahasiswa tingkat akhir Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri atas 100 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora yang dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang terdiri atas 27 butir, masing-masing sembilan butir untuk Digital Burnout, Impostor Syndrome, dan Stres Akademik. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, Korelasi Pearson Product Moment, dan Korelasi Berganda dengan bantuan IBM SPSS. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk Digital Burnout (74%), Impostor Syndrome (72%), dan Stres Akademik (62%). Seluruh item instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Digital Burnout berhubungan positif dan signifikan dengan Stres Akademik (r = 0,705; p < 0,001). Impostor Syndrome juga berhubungan positif dan signifikan dengan Stres Akademik (r = 0,657; p < 0,001). Secara simultan, Digital Burnout dan Impostor Syndrome berhubungan positif dan signifikan dengan Stres Akademik (R = 0,744; R² = 0,554; p < 0,001). Dengan demikian, semakin tinggi Digital Burnout dan Impostor Syndrome, semakin tinggi kecenderungan Stres Akademik mahasiswa. Digital Burnout menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan Stres Akademik dibandingkan Impostor Syndrome.
Copyrights © 2026