Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh burnout, beban kerja, dan budaya kerja terhadap motivasi karyawan di PT. Easterntex. Penelitian menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dengan populasi 658 karyawan departemen produksi. Sampel sebanyak 249 responden ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi karyawan (β = -0,494; sig. = 0,000). Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi karyawan (β = -0,414; sig. = 0,000). Sebaliknya, budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi karyawan (β = 0,287; sig. = 0,000). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap motivasi karyawan (F = 330,213; sig. = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,799 menunjukkan bahwa 79,9% variasi motivasi karyawan dapat dijelaskan oleh burnout, beban kerja, dan budaya kerja, sedangkan 20,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat kelelahan kerja dan beban kerja yang lebih tinggi berkaitan dengan motivasi karyawan yang lebih rendah, sedangkan budaya kerja yang lebih kuat berkaitan dengan motivasi karyawan yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026