Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui pembelajaran matematika berbasis etnomatematika Pacu Jalur dengan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 13 siswa kelas IV sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan komunikasi matematis yang mencakup indikator written text, drawing, dan mathematical expression. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan komunikasi matematis meningkat dari 65,54 pada pretest menjadi 75,48 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 9,94 poin. Hasil Paired Sample t-Test memperoleh nilai , , dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Sementara itu, hasil analisis N-Gain memperoleh rata-rata sebesar 0,26 dan termasuk kategori rendah. Sebanyak 7 siswa (53,85%) berada pada kategori sedang, 6 siswa (46,15%) berada pada kategori rendah, dan tidak terdapat siswa pada kategori tinggi. Dengan demikian, terdapat perubahan kemampuan komunikasi matematis setelah penerapan pembelajaran berbasis etnomatematika Pacu Jalur melalui model PBL, meskipun tingkat peningkatan kemampuan secara keseluruhan masih berada pada kategori rendah.
Copyrights © 2026