Infrastruktur jalan Kuaro–Kademan di Kabupaten Paser merupakan akses strategis menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengalami kelongsoran. Penanganan kelongsoran tersebut menggunakan sistem perkuatan lereng berbasis pondasi bore pile. Namun, penggunaan truck mixer di lapangan menghadapi kendala medan perbukitan dan jarak batching plant yang jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas alat berat serta membandingkan tingkat efisiensi antara truck mixer dan self-loading concrete mixer. Penelitian kuantitatif deskriptif ini mengumpulkan data primer melalui observasi lapangan, serta data sekunder dari gambar kerja, dokumen volume material, dan spesifikasi alat berat. Analisis data dilakukan dengan menghitung kebutuhan volume beton serta mengkalkulasi produktivitas dan durasi kerja alat. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume total pengecoran untuk 37 titik bore pile adalah sebesar 195,182 m³ (5,275 m³ per titik). Penggunaan self-loading concrete mixer berkapasitas 5,5 m³ menghasilkan produktivitas sebesar 17,23 m³/jam dengan total durasi kerja 11,322 jam (2 hari kerja). Sebaliknya, truck mixer berkapasitas 5 m³ hanya menghasilkan produktivitas sebesar 1,61 m³/jam dengan total durasi kerja 121,545 jam (18 hari kerja). Dengan demikian, penggunaan self-loading concrete mixer memberikan efisiensi waktu sebesar 88,9%.
Copyrights © 2026