Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan pada pengendara ojek online yang dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu, beban kerja, kualitas tidur, dan pengalaman pemulihan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prediktor dominan kelelahan kerja pada pengendara ojek online di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan rancangan cross-sectional dilaksanakan pada April–Juni 2026. Sampel berjumlah 107 pengendara ojek online yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh (IMT), beban kerja, kualitas tidur, pengalaman pemulihan, dan kelelahan kerja. Data dikumpulkan menggunakan NASA-TLX, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Recovery Experience Questionnaire versi Indonesia (REQ-I), dan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara umur (p=0,010), kebiasaan merokok (p=0,038), IMT (p=0,002), beban kerja (p=0,003), kualitas tidur (p=0,020), dan pengalaman pemulihan (p=0,001) dengan kelelahan kerja. Pada analisis multivariat, umur (OR=3,830; p=0,012), obesitas (OR=5,890; p=0,002), beban kerja (OR=3,869; p=0,027), dan kualitas tidur (OR=6,809; p=0,004) tetap berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Kualitas tidur merupakan prediktor dominan. Model menjelaskan 46,2% variasi kelelahan kerja. Kesimpulan: Kualitas tidur merupakan prediktor dominan kelelahan kerja pada pengendara ojek online. Upaya pencegahan perlu menekankan perbaikan kualitas tidur, pengelolaan beban kerja, pengaturan waktu istirahat, dan pengendalian faktor risiko individu.
Copyrights © 2026