Depresi menjadi masalah kesehatan jiwa yang signifikan pada mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai pekerja, akibat tekanan akademik dan pekerjaan yang meningkatkan risiko burnout akademik. Penelitian ini menguji peran burnout akademik sebagai mediator dalam hubungan antara kualitas tidur, dukungan sosial, dan depresi. Menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan analisis mediasi, partisipan dipilih melalui purposive sampling dari mahasiswa aktif yang bekerja minimal 20 jam per minggu. Data dikumpulkan secara daring menggunakan skala baku, lalu dianalisis dengan pemodelan persamaan struktural berbasis varians dan prosedur bootstrapping. Hasil menunjukkan dukungan sosial dan kualitas tidur berpengaruh signifikan terhadap burnout akademik yang selanjutnya memengaruhi depresi, dengan burnout akademik sebagai mediator parsial dan prediktor terkuat terhadap depresi. Dukungan sosial menjadi faktor protektif paling dominan, sedangkan kualitas tidur buruk menjadi faktor risiko dengan kontribusi lebih kecil
Copyrights © 2026