ABSTRACTChanges in serum levels of glutamate-oxaloacetate transaminase (SGOT) and glutamate-pyruvate transaminase (SGPT) may indicate liver problems resulting from prolonged exposure to pesticides. The village of Sendangrejo in Sleman Regency is an agricultural area where pesticide spraying takes place, which may increase the risk of exposure for farmers. However, information regarding the association between pesticide exposure levels and serum SGOT and SGPT levels among farmers in this area remains limited. The objective of this study was to investigate the relationship between pesticide exposure levels and serum SGOT and SGPT levels among farmers in Sendangrejo Village, Sleman Regency. This was an analytical observational study with a cross-sectional design. A total of 30 farmers were selected as participants using purposive sampling. Pesticide exposure levels were measured using a questionnaire covering work duration, spraying frequency, and compliance with guidelines for the use of personal protective equipment (PPE). Serum SGOT and SGPT levels were measured using a clinical chemistry analyzer (Thermo Scientific Indiko) via the enzymatic-kinetic method, and data analysis was performed using the Spearman rank correlation test. The results showed that there was no significant association between duration of work, spraying frequency, or compliance with PPE usage guidelines and serum SGOT and SGPT levels (p > 0.05).Keywords: Liver Function; Pesticide Exposure; Farmers; Â SGOT; SGPTABSTRAKPerubahan pada kadar serum glutamate-oxaloacetate transaminase (SGOT) dan glutamate-pyruvate transaminase (SGPT) dapat menjadi tanda adanya masalah pada hati akibat paparan pestisida dalam waktu yang lama. Desa Sendangrejo di Kabupaten Sleman adalah daerah pertanian yang melakukan penyemprotan pestisida, yang dapat meningkatkan risiko paparan bagi para petani. Meskipun demikian, informasi mengenai keterkaitan antara tingkat paparan pestisida dengan kadar serum SGOT dan SGPT di kalangan petani di daerah ini masih minim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkat paparan pestisida dan kadar serum SGOT serta SGPT pada petani yang berada di Desa Sendangrejo, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertipe observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 30 petani dipilih sebagai partisipan menggunakan metode purposive sampling. Tingkat paparan pestisida diukur melalui kuesioner yang mencakup lama bekerja, frekuensi penyemprotan, dan kepatuhan terhadap pedoman penggunaan alat pelindung diri (APD). Kadar serum SGOT dan SGPT diukur menggunakan alat clinical chemistry analyzer (Thermo Scientific Indiko) dengan metode enzimatik-kinetik, dan analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lama bekerja, frekuensi penyemprotan, atau kepatuhan terhadap pedoman penggunaan APD dengan kadar serum SGOT dan SGPT (p > 0,05)Kata Kunci: Fungsi Hati; Paparan Pestisida; Petani; SGOT; SGPT
Copyrights © 2026