Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM) pada UMKM e-commerce bidang skincare di Kota Surabaya serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada lima UMKM yang dipilih secara purposive, yaitu Whitelab Surabaya, FRIZ Beauty, Unna Beauty, Gudang Skincare, dan White Story. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih menggunakan pencatatan keuangan sederhana atau berbasis kas, terutama untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, stok, dan laba rugi. Pemahaman pelaku usaha terhadap SAK-EMKM masih terbatas sehingga laporan keuangan belum disusun secara lengkap sesuai standar. Meskipun demikian, seluruh informan memiliki persepsi positif terhadap pentingnya laporan keuangan karena dapat membantu memantau kondisi usaha dan mendukung pengambilan keputusan. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan pengetahuan akuntansi, belum tersedianya sumber daya manusia yang kompeten, serta minimnya pendampingan teknis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan dan pendampingan SAK-EMKM agar pengelolaan keuangan UMKM e-commerce lebih tertib, akurat, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026