Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena lonjakan jumlah investor muda di pasar modal yang belum selaras dengan kualitas pengambilan keputusan investasi yang rasional. Banyak mahasiswa terjun berinvestasi karena sekadar mengikuti tren media sosial tanpa pemahaman risiko yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pendapatan terhadap keputusan investasi, dengan menempatkan persepsi risiko sebagai variabel mediasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode purposive sampling. Responden dalam penelitian ini merupakan 92 mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur angkatan 2021–2023 yang memiliki pendapatan mandiri dan pengalaman investasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur via Google Forms, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan persepsi risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Selain itu, literasi keuangan terbukti membentuk persepsi risiko yang positif, dan persepsi risiko berhasil memediasi hubungan antara literasi keuangan terhadap keputusan investasi. Sebaliknya, tingkat pendapatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi maupun persepsi risiko, serta tidak mampu dimediasi oleh persepsi risiko. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan investasi mahasiswa lebih didikte oleh faktor kognitif berupa pemahaman keuangan dan kematangan manajemen risiko dibandingkan ketersediaan dana aktual. Pentingnya hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan secara akademis menjadi instrumen krusial bagi perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa membangun perilaku investasi yang sehat, rasional, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026